Bergerak memenuhi
guru profesional

Generasi Baru
Guru Indonesia

PPG Prajabatan adalah program pendidikan yang diselenggarakan setelah program sarjana atau sarjana terapan bagi lulusan Sarjana maupun Diploma IV, baik dari kependidikan maupun non kependidikan bagi calon guru untuk mendapatkan Sertifikat Pendidik pada pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah.

Visi PPG Pra Jabatan Model Baru
Mewujudkan keseimbangan kebutuhan dan pemenuhan guru (supply & demand) secara kuantitas dan kualitas
Arah Kebijakan PPG Prajabatan 2022
icons8_shortlist Berdasarkan kebutuhan guru

PPG Pra-Jabatan dilakukan berdasarkan kebutuhan guru

icons8_shortlist Memiliki kepastian direkrut

Lulusan PPG Pra-Jabatan memiliki kepastian direkrut menjadi guru

icons8_shortlist Lulusan Pendidikan Profesi Guru

Guru baru adalah lulusan Pendidikan Profesi Guru

icons8_shortlist Terintegrasi dengan Induksi Guru Pemula

PPG Prajabatan terintegrasi dengan induksi guru pemula

icons8_shortlist Memiliki relevansi yang kuat

Program Praktik Lapangan (clinical practice) PPG Pra-Jabatan memiliki relevansi yang kuat karena dilakukan sejak awal perkuliahan guna memperkaya kompetensi Mahasiswa dari sebagai Calon Guru Generasi Baru yang Profesional

icons8_shortlist Sinergi pemangku kepentingan

Semua pemangku kepentingan bersinergi dalam perekrutan guru baru (antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, universitas dan sekolah)

Profil Lulusan PPG Prajabatan
icons8_shortlist
Mangamalkan Pancasila

Guru yang mengamalkan nilai-nilai Pancasila.

icons8_shortlist
Berkompeten

Menguasai kompetensi dasar guru, berorientasi utama kepada peserta didik dan pembelajaran peserta didik.

icons8_shortlist
Mangamalkan Pancasila

Guru yang mengamalkan nilai-nilai Pancasila.

icons8_shortlist
Berkompeten

Menguasai kompetensi dasar guru, berorientasi utama kepada peserta didik dan pembelajaran peserta didik.

Guru profesional yang menjadi teladan dan pembelajar yang mampu mengembangkan rencana, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran yang berpusat pada peserta didik dan mewujudkan profil pelajar Pancasila, serta terampil dalam mengembangkan lingkungan belajar dan memfasilitasi peserta didik belajar dengan melibatkan orang tua dan masyarakat.

Perjalanan Menjadi Guru Pemula
33 SKS Mata Kuliah Inti
4 SKS Mata Kuliah Selektif
2 SKS Mata Kuliah Elektif
Tes A
Ujian Masuk
Orientasi

Semester 1 (Blended Learning)

Perkuliahan berorientasi praktik (13 SKS)

Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) di Sekolah (6 SKS)

  1. Pengamatan Siswa (Observing Teaching)
  2. Belajar Mengajar Mata Pelajaran (Assisting Teaching)

Semester 2 (Blended Learning)

Perkuliahan berorientasi praktik (9 SKS)

Proyek Kepemimpinan di Lingkungan Masyarakat (1 SKS)

Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) di Sekolah (10 SKS)

  1. Proyek Inovasi Pengajaran (Collaborating Teaching)
  2. Proyek Studi Kasus Siswa yang Bermasalah (Leading Teaching)
Tes B
Kelulusan Program
Tes C
Kelulusan Sertifikasi
Pemetaan LPTK
Sering Ditanya

Apa yang dimaksud dengan PPG Prajabatan?

PPG Prajabatan adalah program pendidikan yang diselenggarakan setelah program sarjana atau sarjana terapan bagi lulusan Sarjana maupun Diploma IV, baik dari kependidikan maupun nonkependidikan bagi calon guru untuk mendapatkan Sertifikat Pendidik pada pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah.

1. Memperoleh sertifikat pendidik.
2. Meningkatkan kompetensi pedagogik, sosial, profesional dan kepribadian untuk memulai karier sebagai guru profesional.
3. Memperoleh pengakuan sebagai guru profesional.

PPG Prajabatan saat ini sebagai berikut:

  1. Peserta PPG Pra-Jabatan ditetapkan berdasarkan kebutuhan guru.

  2. Lulusan PPG Pra-Jabatan memiliki kepastian direkrut menjadi guru

  3. Induksi guru pemula terintegrasi dengan PPG Prajabatan

  4. Struktur kurikulum PPG Prajabatan terdiri atas: (a) mata kuliah inti; (b) mata kuliah pilihan selektif dan mata kuliah pilihan elektif dengan total 39 SKS.

  5. Pelaksanaan praktik pengalaman lapangan yang menjadi bagian dari proses pembelajaran, dilakukan sejak awal semester dan terkait dengan mata kuliah yang ditempuh pada semester yang berjalan.

  6. Semua pemangku kepentingan bersinergi dalam perekrutan guru baru (antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, universitas dan sekolah)

  7. Pelibatan guru penggerak dan praktisi pendidikan dalam proses pelaksanaan PPG Prajabatan


  1. Warga Negara Indonesia;

  2. tidak terdaftar sebagai Guru/Kepala Sekolah pada Data Pokok Pendidik (Dapodik) dan Simpatika;

  3. memiliki ijazah dengan kualifikasi akademik sarjana (S-1) atau diploma empat (D-IV) yang terdaftar pada Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PD-Dikti) atau terdata pada basis unit data unit Penyetaraan Ijazah Luar Negeri bagi lulusan perguruan tinggi di luar negeri;

  4. memiliki indeks prestasi kumulatif (IPK) paling rendah 3,00 (tiga koma nol nol);

  5. berusia paling tinggi 32 (tiga puluh dua) tahun pada 31 Desember tahun pendaftaran.

  6. memiliki surat keterangan sehat jasmani dan rohani (diserahkan saat lapor diri);

  7. memiliki surat keterangan berkelakuan baik (diserahkan saat lapor diri);

  8. memiliki surat keterangan bebas narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya (NAPZA) (diserahkan saat lapor diri);;

  9. menandatangani pakta integritas; dan

  10. mengikuti tahapan seleksi yaitu seleksi administrasi, tes substantif, dan tes wawancara