Bergerak memenuhi
guru profesional

Seminar Pendidikan Guru bersama Michigan State University (MSU)


Dalam menjalin kerja sama yang baik antara Perguruan Tinggi Amerika Serikat khususnya MSU dan Kemendikbudristek dalam mendukung transformasi pendidikan Indonesia, Ditjen Guru dan Tenaga Kependidikan menyelenggarakan Seminar Pendidikan Guru dengan tema Perkembangan Transformasi Pendidikan Guru Dalam Menyikapi Tantangan Dunia Pendidikan Pascapandemi.

Hadir sebagai narasumber dari Michigan State University (MSU) yakni Prof Lynn Paine dengan materi Teacher Education in a Global Era dan Prof Dorinda Carter Andrew dengan materi Educating for Diversity, Inclusivity, and Equity. Hadir pula Dirjen PAUD Dikdasmen Dr. Iwan Syahril Ph.D, dan Plt Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan Prof Nunuk Suryani. Kegiatan itu disiarkan secara langsung di kanal youtube PPG GTK Kemendikbudristek dan diikuti oleh rektor LPTK penyelenggara PPG beserta koordinator PPG. 

Dalam webinar tersebut membahas terkait dampak pandemi pada sistem pembelajaran,  dalam hal tersebut Kemdikbudristek menyorot beberapa aspek penting yang harus segera dijalankan, khususnya terkait akses pada teknologi, literasi digital, dan inovasi terkait metode pembelajaran. Kemendikbudristek mengambil langkah strategis dengan menghadirkan paket kebijakan Kurikulum Merdeka dan Platform Merdeka mengajar dalam rangka melakukan transformasi pendidikan berkualitas. 

Temu Ismail selaku Plt. Direktur Pendidikan Profesi Guru mengatakan bahwa bagaimanapun kondisi yang terjadi, para siswa harus tetap mendapatkan pendidikan yang layak, anak-anak Indonesia harus tetap berbahagia dan merdeka dalam menjalankan proses belajar. Untuk itulah terobosan Kurikulum Merdeka dan Platform Merdeka Mengajar hadir.

Sama seperti yang disampaikan oleh Prof Lynn pada webinar tersebut bahwa: "Teachers have, in some sense, always been asked to have transformative competence, But the new challenge is to help STUDENTS, and ALL students, develop these".  Bahwa pendidikan fokus pada siswa, siswa, dan siswa. Selain itu Prof Lynn dan Prof Dorinda menyatakan bahwa Pendidikan Guru yang berorientasi masa depan membutuhkan pergeseran dari orientasi tradisional menuju bagaimana kita melihat konten, pedagogi, peserta, dan konteks dimana kebutuhan untuk softskill juga perlu diutamakan seperti empati. 

Temu Ismail selaku Plt Direktur Pendidikan Profesi Guru menyatakan bahwa dalam meningkatkan kompetensi guru ,  Ditjen GTK Kemendikbudristek merancang, salah satunya program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Prajabatan. Yang merupakan program induksi bagi guru pemula yang dipersiapkan melalui rancangan perkuliahan yang selaras dengan konsep Merdeka Belajar. dengan harapan mampu menjadi  guru profesional pemula dan mampu mengembangkan rencana, melaksanakan, serta  mengevaluasi pembelajaran yang berpusat pada siswa.

Prof Nunuk selaku Plt. Dirjen GTK menyatakan pula dalam sambutannya bahwa "Melalui forum dengan MSU ini, akan menghasilkan inovasi maupun kerja sama yang baik antara Perguruan Tinggi Amerika Serikat khususnya MSU dan Kemendikbudristek ke depan untuk bersama-sama mendukung transformasi pendidikan Indonesia. Kerjasama dapat dilakukan dengan program-program peningkatan kompetensi pengajar khususnya Dosen Perguruan Tinggi Penyelenggara PPG melalui program Beasiswa S3, Microcredential, visiting scholar, dan program lainnya dalam mendukung kesiapan para mahasiswa yang belajar di Michigan State University".

signal_cellular_alt dilihat: 956 x